INFOTARGET.ID | SUKABUMI — Puluhan sopir dan pengurus angkutan kota (angkot) trayek 02 Cicurug–Sukasari menggelar aksi unjuk rasa di depan Terminal Cicurug, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Rabu (5/8/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keberatan terhadap perubahan rute angkot 02 yang disebut membatasi perjalanan hingga Terminal Benda. Para pengemudi meminta agar trayek kembali melayani perjalanan hingga kawasan Pasar Cicurug seperti sebelumnya.
Dalam aksi tersebut, sejumlah kendaraan angkot diparkir di badan jalan. Kondisi itu berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di Jalan Raya Sukabumi dan menyebabkan kemacetan.
Salah seorang pengurus angkot 02, Ujang, mengatakan para sopir dan pengurus merasa tidak memperoleh pemberitahuan maupun sosialisasi terlebih dahulu terkait perubahan rute tersebut.
«“Tidak ada pemberitahuan bahwa angkot 02 hanya sampai Terminal Benda. Sedangkan dari trayek jelas Cicurug. Kenapa pihak Dishub tidak mengadakan sosialisasi kepada sopir angkot 02?” kata Ujang.»
Menurut Ujang, komunikasi antara pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan dengan para pengemudi maupun pengurus angkot dinilai penting sebelum kebijakan perubahan trayek diterapkan. Ia berharap persoalan tersebut dapat segera dibahas bersama agar tidak kembali menimbulkan persoalan di lapangan.
Sementara itu, anggota Dinas Perhubungan, Heri, menyampaikan bahwa persoalan tersebut semestinya dapat dicegah apabila terdapat komunikasi dan pemberitahuan sebelumnya.
«“Hal ini tidak seharusnya terjadi. Kalau memang ada pemberitahuan terlebih dahulu, kapasitas itu ada di pimpinan. Semoga saja aksi ini tetap kondusif, sebab saya yakin pasti ada solusinya,” ujar Heri.»
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pimpinan Dinas Perhubungan mengenai dasar perubahan trayek angkot 02 maupun mekanisme sosialisasi kepada para pengemudi.
Mediasi antara perwakilan sopir angkot 02 dan pihak terkait juga belum dilakukan.
Para pengemudi berharap pemerintah segera membuka ruang dialog dan mencari solusi terkait persoalan trayek tersebut. Mereka juga berharap aktivitas masyarakat dan pelayanan angkutan umum dapat kembali berjalan normal tanpa menimbulkan gangguan terhadap pengguna jalan lainnya.Versi ini sengaja menggunakan frasa “disebut”, “dinilai”, dan “menurut” pada bagian yang bersumber dari pernyataan pihak tertentu, sehingga lebih aman secara jurnalistik dan tetap memberi ruang untuk hak jawab pihak Dishub.







