INFOTARGET.ID | Sukabumi — Pembangunan gedung Sekolah Al-Mabar yang berlokasi di Jl. Ciamp ar Kolot, Wangunjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat 43356, menjadi perhatian. Dari dokumentasi di lokasi, aktivitas pembangunan tampak tengah berlangsung dengan sejumlah pekerja melakukan pekerjaan konstruksi bangunan.
Sorotan muncul terkait penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta keberadaan plang informasi proyek di sekitar lokasi pembangunan.
Dalam foto yang diterima redaksi, terlihat sejumlah pekerja berada di area konstruksi, termasuk aktivitas pengadukan material dan pekerjaan pada bagian bangunan yang sedang dikerjakan. Sebagian pekerja tampak menggunakan helm keselamatan dan rompi, namun dari dokumentasi tersebut belum terlihat secara jelas kelengkapan sistem pengamanan area proyek secara menyeluruh, seperti pembatas atau rambu keselamatan yang memadai.
Selain aspek K3, plang proyek juga tidak terlihat dalam dokumentasi di bagian depan lokasi pembangunan. Padahal, keberadaan papan informasi pekerjaan penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai identitas kegiatan, pelaksana, sumber anggaran, nilai pekerjaan, maupun waktu pelaksanaan apabila proyek tersebut merupakan kegiatan yang menggunakan anggaran pemerintah atau sumber dana tertentu.
Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius, terutama karena lokasi pembangunan berada di lingkungan yang berpotensi berdekatan dengan aktivitas masyarakat dan peserta didik.

TRANSPARANSI PROYEK PERLU DIKEDEPANKAN
Keberadaan plang informasi bukan sekadar pelengkap. Papan informasi dapat menjadi sarana transparansi agar masyarakat mengetahui secara jelas siapa pelaksana pekerjaan, siapa penanggung jawab kegiatan, berapa nilai anggaran, serta kapan pekerjaan dimulai dan ditargetkan selesai.
Begitu pula dengan penerapan K3. Setiap pekerjaan konstruksi semestinya memperhatikan keselamatan pekerja maupun masyarakat di sekitar lokasi. Area kerja perlu ditata sedemikian rupa sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
Redaksi infotarget.id menilai kondisi tersebut perlu diklarifikasi oleh pihak pengelola atau pelaksana pembangunan Sekolah Al-Mabar agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Apakah pembangunan tersebut menggunakan anggaran pemerintah, dana yayasan, bantuan pendidikan, atau sumber pembiayaan lainnya? Siapa kontraktor atau pelaksana pekerjaannya? Berapa nilai anggarannya? Dan mengapa plang informasi proyek tidak terlihat di lokasi?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.
Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak Sekolah Al-Mabar, yayasan/pengelola, pelaksana pembangunan, serta instansi terkait mengenai status pembangunan, sumber anggaran, penerapan K3, dan keberadaan papan informasi proyek.
Reporter : Dzaky







