Dugaan Korupsi Pemkab Bogor Disidik KPK, Bupati Belum Dipanggil Sejauh Mana Nyali Lembaga Antirasuah?

Kamis, 10 September 2026 - 18:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

INFOTARGET.ID | BOGOR – Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendapat perhatian masyarakat. Penggeledahan di sejumlah kantor pemerintahan daerah menjadi salah satu perkembangan penting dalam proses hukum yang hingga kini masih berlangsung.

Penyidik KPK diketahui melakukan penggeledahan di sejumlah perangkat daerah di kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong, di antaranya Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Pendidikan (Disdik), serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Langkah tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan KPK. Namun, penggeledahan tidak dapat secara otomatis dimaknai sebagai bukti bahwa pejabat atau pihak tertentu telah terlibat dalam tindak pidana. Penentuan keterlibatan seseorang tetap bergantung pada hasil penyidikan serta alat bukti yang diperoleh penyidik.

Di tengah perkembangan tersebut, perhatian publik turut mengarah kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi KPK yang menetapkan Rudy Susmanto sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

KPK juga belum diketahui melakukan pemanggilan terhadap Rudy Susmanto sebagai saksi dalam perkara ini. Karena itu, penyebutan nama Bupati Bogor dalam konteks perkembangan penyidikan tidak dapat serta-merta diartikan sebagai indikasi keterlibatan pidana.

Ketua LSM Penjara Bogor Raya, Romi Sikumbang, menilai proses penyidikan KPK kini menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, lembaga antirasuah harus menunjukkan konsistensi dalam mengungkap perkara berdasarkan bukti dan fakta hukum, tanpa membedakan latar belakang maupun jabatan seseorang.

“Kalau tidak bisa menyentuh dan menangkap Bupati Bogor dan wakilnya, kredibilitas KPK dipertaruhkan. Jangan sampai masyarakat melihat ada benteng yang tidak bisa ditembus,” ujar Romi, Kamis (10/9/2026).

Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan kritik dari masyarakat sipil, bukan kesimpulan hukum mengenai keterlibatan Bupati maupun Wakil Bupati Bogor dalam perkara yang sedang disidik KPK.

Romi juga mempertanyakan sejauh mana penyidik telah memperoleh alat bukti untuk mengurai konstruksi perkara, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang memiliki keterkaitan berdasarkan fakta penyidikan.

Menurutnya, ukuran keseriusan pemberantasan korupsi tidak semata-mata terlihat dari tindakan penggeledahan, tetapi juga dari kemampuan penyidik mengungkap rangkaian peristiwa, aliran kepentingan, serta peran setiap pihak berdasarkan bukti yang sah.

Perkembangan penyidikan selanjutnya kini menjadi perhatian publik. Apakah proses hukum akan berkembang pada pemeriksaan pihak-pihak lain, termasuk pejabat strategis di lingkungan Pemkab Bogor, sepenuhnya bergantung pada kebutuhan penyidikan dan keputusan KPK berdasarkan bukti yang diperoleh.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyikapi perkara tersebut. Proses pemberantasan korupsi harus berjalan transparan dan profesional, namun tetap menghormati asas praduga tak bersalah serta hak setiap orang untuk mendapatkan proses hukum yang adil.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi KPK yang menyatakan Rudy Susmanto maupun Wakil Bupati Bogor sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Seluruh perkembangan berikutnya masih menunggu hasil penyidikan dan keputusan resmi KPK.

INFOTARGET.ID | TAJAM, AKURAT DAN BERIMBANG

Berita Terkait

SOROT PEMBERITAAN AKSI DPRD BOGOR, PETISI26 KLARIFIKASI KOPER DAN UANG MAINAN
PETISI 26 SOROT PERNYATAAN KETUA RW DI CIRIMEKAR, AKTIVIS DESAK KLARIFIKASI DAN PERMINTAAN MAAF
TERIAK IKBAL MENGGETARKAN JAGAD “TANGKAP KORUPTOR DI DEPAN GEDUNG DPRD KAB BOGOR, WAKIL RAKYAT KABUR SEMUA,SANGAT MEMALUKAN”
BANTU BONGKAR BERAS BANTUAN PEMERINTAH, SEKDES TEGALLEGA TURUT TERLIBAT DALAM PROSES DISTRIBUSI 1.161 KPM
Desa Petir Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor Realisasikan Bankeu Akselerasi 2026 untuk Hotmix Jalan Desa
PETISI 26 DIGELAR DI KABUPATEN BOGOR, BERBAGAI ELEMEN MASYARAKAT SATUKAN DUKUNGAN DAN ASPIRASI
KPP BOGOR RAYA GANDENG ORGANISASI PEMUDA TANAM POHON, 1.000 BIBIT DISIAPKAN UNTUK KABUPATEN
BKK AKSELERASI 2026 DIGELONTORKAN, PEMDES TANJUNG SARI ASPAL JALAN LINGKUNGAN PALASARI SEPANJANG 1.745 METER
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:31 WIB

SOROT PEMBERITAAN AKSI DPRD BOGOR, PETISI26 KLARIFIKASI KOPER DAN UANG MAINAN

Selasa, 29 September 2026 - 08:32 WIB

PETISI 26 SOROT PERNYATAAN KETUA RW DI CIRIMEKAR, AKTIVIS DESAK KLARIFIKASI DAN PERMINTAAN MAAF

Senin, 28 September 2026 - 17:48 WIB

TERIAK IKBAL MENGGETARKAN JAGAD “TANGKAP KORUPTOR DI DEPAN GEDUNG DPRD KAB BOGOR, WAKIL RAKYAT KABUR SEMUA,SANGAT MEMALUKAN”

Senin, 28 September 2026 - 12:12 WIB

BANTU BONGKAR BERAS BANTUAN PEMERINTAH, SEKDES TEGALLEGA TURUT TERLIBAT DALAM PROSES DISTRIBUSI 1.161 KPM

Senin, 28 September 2026 - 10:48 WIB

Desa Petir Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor Realisasikan Bankeu Akselerasi 2026 untuk Hotmix Jalan Desa

Berita Terbaru