INFOTARGET.ID | JAWA BARAT — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali mengajak masyarakat berperan aktif dalam mengungkap peredaran obat-obatan yang disalahgunakan. Kali ini, ia menawarkan hadiah bagi warga yang mampu memberikan informasi mengenai keberadaan warung yang menjual tramadol.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi melalui akun media sosialnya pada Sabtu (1/8/2026). Ia secara terbuka meminta warga Jawa Barat yang mengetahui adanya warung yang menjual tramadol untuk menyampaikan informasi tersebut.
“Bagi warga Jabar siapa yang bisa memposting menceritakan warung-warung tramadol di media sosial saya akan kasih hadiah juga,” demikian pernyataan Dedi sebagaimana terlihat dalam materi yang beredar.
Langkah tersebut menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengawasi peredaran obat yang berpotensi disalahgunakan.
Tramadol sendiri merupakan obat yang digunakan dalam dunia medis untuk membantu menangani nyeri dan penggunaannya memiliki ketentuan tertentu. Penyalahgunaan obat dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan dan menjadi persoalan sosial apabila beredar serta digunakan tanpa pengawasan yang semestinya.
Dedi menilai persoalan penyalahgunaan obat perlu mendapat perhatian serius, terutama karena dampaknya dapat menyentuh kalangan generasi muda. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berperan memberikan informasi kepada pihak berwenang.
Namun, informasi mengenai dugaan penjualan obat tetap perlu disampaikan secara bertanggung jawab. Masyarakat sebaiknya tidak melakukan tindakan sendiri atau main hakim sendiri, melainkan menyerahkan penanganan kepada aparat dan instansi yang memiliki kewenangan.
Upaya pemberantasan penyalahgunaan obat membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Dengan pengawasan bersama, lingkungan yang aman bagi generasi muda di Jawa Barat diharapkan dapat terus diperkuat.
Red.Infotarget.id







